HARUT DAN MARUT

 

HARUT DAN MARUT TERMASUK MALAIKAT

Harut dan Marut itu termasuk jenis malaikat, jin ataukah Manusia ?.

Para ulama’ dalam hal tersebut berbeda pendapat , tetapi Muktamar memilih pendapat yang menyatakan , bahwa Harut dan Marut itu dari jenis Malaikat yang terjaga dari perbuatan dosa ( ma’sum).
Keterangan, dalam kitab Tanwirul Qulub:

وَأَمًا مَااشتهرمنْ قصة من قصة هاروت وماروت وحعلهماملكين يعلمان السحرمع زيادة كذب المؤرخين انهماعوقب ومسخا قذلك كله كذب وزور وباطل لايحل اعتقاده فيهماانهماإن لم ملكين فتعليمهماالسحرلم يكن لأجل العمل به بل للتحرزمنه بتعريف حقيقته وبيان شره وعقوبته وتهذاأخبرالله إنهماماكانايعلمان من أحدحتى يقولاإنمانحن فتنة فلاتكفر (تنويرالقلوب

Adapun kisah yang terkenal tentang Harut dan Marut yang kemudian keduanya dijadikan sebagai malaikat yang mengajarkan sihir disertai adanya tambahan kebohongan oleh para sejarawan bahwa keduanya telah dihukum dan berubah  bentuknya, semuanya itu adalah dusta, palsu dan bathil, tidak layak untuk diyakini dan didengarkan.
Adapun yang wajib diyakini adalah bahwa jika keduanya bukan Malaikat maka masalahnya menjadi jelas. Sedangkan jika memang Malaikat, maka pengajaran mereka tentang sihir tidak dimaksudkan untuk diamalkan, namun sebagai kewaspadaan  dengan memberitahukan hakekatnya dan menjelaskan keburukannya serta hukumnya, Oleh karenya Alloh SWT mengkafirkan sesuai surat alBaqoroh ayat 102 :

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

Artinya :
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.