MENGQODHO’ SHOLAT WAJIB

Bagaimana kalau sholat wajib itu tidak dilaksanakan pada waktunya? Apakah harus diganti diwaktu lain ( qodho’)? Apakah pendapat itu terdapat dalam salah satu madzhab empat?. Lanjutkan membaca “MENGQODHO’ SHOLAT WAJIB”

Iklan

MACAM-MACAM KAFIR

Ada berapa macam kafir itu?  Dan bagaimanakah batas-batasnya?

Kafir itu ada 4 (empat) macam.

1. Kafir Ingkar:ialah orang yang tidak mengenal Tuhan sama sekali dan tidak mengakuiNya.

2. Kafir Juhud:ialah orang yang mengenal Tuhan dalam hidupnya tetapi tidak mengikrarkan dengan lisannya, seperti kafirnya iblis dan orang Yahudi.

3. Kafir Nifaq:ialah orang yang mengikrarkan dengan lisan tetapi tidak mempercayai Tuhan dalam hatinya.

4. Kafir ‘Inad:ialah orang yang mengenal Tuhan dalam hatinya dan mengikrarkan dengan lisannya, tetapi tidak taat kepadaNya, seperti Kafirnya Abu Thalib (paman Nabi Muhammad SAW).

WALI MUJBIR MENGAWINKAN ANAK GADISNYA YANG SUDAH DEWASA DENGAN PEMUDA YANG SEKUFU

 Bolehka seorang wali mujbir(mempunyai hak paksa) memaksa anak gadisnya yang sudah dewasa untuk dikawinkan dengan pemuda yang kufu(sepadan) tetapi ia menolak bahkan ia menyatakan lebih baik mati dari pada dikawinkan dengan pemuda tersebut, sedang ia sendiri mempunyai pilihan pemuda lain yang kufu pula?. Lanjutkan membaca “WALI MUJBIR MENGAWINKAN ANAK GADISNYA YANG SUDAH DEWASA DENGAN PEMUDA YANG SEKUFU”

MENGUBUR MAYAT DALAM PETI

Bagaimana tentang kuburan yang mengeluarkan air(air sumber) dan selalu tergenang air sebelum selesai penanaman mayit.Apakah penanaman mayat dalam kuburan seperti itu termasuk penghinaan kepada mayat? Kalau demikian halnya, apakah mayat itu wajib dikebumikan di dalam peti yang dapat mencegah masuknya air? Ataukah sama sekali tidak diperbolehkan menanam mayat didalam kuburan itu? Lanjutkan membaca “MENGUBUR MAYAT DALAM PETI”

MENYERAHKAN KURBANNYA KEPADA ORANG LAIN, LALU OLEH ORANG LAIN ITU DIWAKILKAN KEPADA ORANG LAIN LAGI UNTUK DIPOTONG.

Bagaimanakan seseorang yang menyerahkan seekor kambing untuk kurbannya kepada orang lain dengan berkata, ” Ini kambing untuk kurban saya”, dengan tidak memakai kat-kata pernyataan mewakilkan. Setelah waktunya  kurban, orang yang menerima kurban tadi menyatakan mewakilkan kepada pembantu pemotong hewan, cukupkah hal yang sedemikian itu sebagai kurbanya ?. Lanjutkan membaca “MENYERAHKAN KURBANNYA KEPADA ORANG LAIN, LALU OLEH ORANG LAIN ITU DIWAKILKAN KEPADA ORANG LAIN LAGI UNTUK DIPOTONG.”