Jihad Fi Sabilillah

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ اَيَّدَ الْمُجَا هِدِيْنَ وَاَذَلَّ الْمُعْتَدِيْنَ. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالى وَاَشْكُرُهُ وَاسْتَعِيْنُهُ اَنْ هَدَانَااِلى سَبِيْلِ الْمُهْتَدِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلعَالَمِيْنَ. صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلى الِهِ واَصْحَابِهِ  الَّذِيْنَ جَاهَدُوْافِىْ نُصْرَةِ دِ يْنِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلى يَوْمِ آلدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَيُّهَاالْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَجَاهِدُوْابِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita selalu  meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan Alloh dan Rasul-Nya, serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya .
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, kemudian keluarga, sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya sampai akhir zaman.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Dengan bekal iman dan taqwa ini pula, marilah kita senantiasa memperjuangkan agama islam dengan segala apa yang kita miliki, baik harta benda maupun tenaga dan fikiran  bahkan nyawa kita sekalipun demi untuk mencapai kejayaan islam di bumi ini. Dengan l;andasan iman dan taqwa marilah kita berjihad fi sabilillah demi untuk mencapai ridho Alloh. Bila kita melihat  kejadian-kejadian akhir-akhir ini, terutama di negar-negara tetangga khususnya Negara-negara islam seperti di Bosnia Herzegivina, Palestina, India, Philipina Sealatan dan sebagainya sungguh membuat hati ummat islam merasa prihatin sekaliguas menyesalkan keadaan tersebut. Dimana dinegara itu saudara-saudara kita ummat islam menjadi korban penindasan kaum kafir.
Disisi lain banyak saudara-saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, baik yang hidup di negar-negar Islam maupun yang hidup dinegar-negara yang bukan Islam. Semua saudara-saudara kita itu umumnya pada posisi yang lema di bidang politik, ekonomi, bidang ilmu pengetahuan, dan lainnya. Hal ini disebabkan kelengahan ummat islam itu sendiri. Karena mereka terhanyut pada arus kemajuan hingga lupa mempersiapkan kekuatan sumber daya manusia, terutama pendidikan keimanan disamping ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun ibarat nasi sudah menjadi bubur, kita sudah tidak layak lagi menyalahkan diri sendiri atau menyesali nasib buruk yang menimpa kita. Tetapi kita harus berupaya untuk mencari jalan keluarnya, bagaimana caranya agar ummat islam bisa tampil kembali memimpin dunia, seperti pada zaman dahulu seperti Banu Umayah dan Bani abasiyah hingga Kholifah Turki Utsmani.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Kita hidup di bumi Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang didalamnya juga hidup berbagai macam agama, tentunya didalam memperjuangkan agama Islam tidak dengan mengangkat senjata untuk memerangi orang yang berbeda agama dengan kita, karena Islam adalah agama yang cinta damai, agama yang menghargai dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap agama lain, Islam berkembang secara damai dan dipeluk dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dan tekanan dari orang lain. Dan perjuangan untuk mengembangkan Islam di Indonesia adalah semata-mata untuk memperkuat dan memurnikan aqidahnya sendiri, sekaligus membina ummatnya sendiri dan tidak ada maksud untuk mengganggu terhadap agama lain apalagi berniat menyinggung agama lain. Karena Islam melarang keras dan membenci terhadap tindak kekerasan. Jadi jihad dalam Islam pada abad modern ini salah satunya adalah menuntut ilmu, membangun sarana peribadatan, membangun tempat pendidikan dan sebagainya , baik dengan harta maupun dengan tenaga, sebagaimana di jelaskan  dalam Al Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? .(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, ( QS. Ashaf, 10-11 )
Dari ayat ini menunjukkan  bahwa ummat islam bisa berjihat dengan apa saja  yang dimilikinya, baik harta, tenaga, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Bahkan Nabi sangat melarang ummatnya yang hanya berdzikir  saja di masjid seperti pendeta yang tidak mau turun ke gelanggang perjuangan, sebagaimana sabda Rosululloh SAW :

مَهْلاً رَهْبَانِيَّةُ اُمَّتِىْ الْجِهَادُوَالْحَجُّ

Tangguhkan ! kependetaan untukmu yaitu jihad dan haji.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Ajaran-ajaran Islam begitu mulia, Islam memerintahkan kita memiliki sifat pemaaf, namun tetap memperhatikan agar kejahatan tetap diberikan hukuman yang setimpal agar tidak memunculkan kejahatan yang baru. Islam memerintahkan agar manusia selalu berbuat baik, sekalipun terhadap orang yang pernah berbuat jahat kepadanya.
Islam mengajarkan manusia agar mereka banyak beribadah kepada Allah, tetapi jangan menjadi rahib yang melupakan hak diri dan orang lain. Islam memerintahkan manusia berendah hati, namun jangan melupakan harga diri. Oleh karena itu, Islam melarang bersikap lemah dan meminta damai dalam peperangan ketika belum tercapai tujuan, bahkan berdamai di saat seperti ini merupakan kelemahan dan kehinaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلاَتَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ اْلأُعْلَوْنَ وَاللهُ مَعَكُمْ وَلَن يَّتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang lebih tinggi dan Allah pun bersamamu…” (QS. Muhammad: 35)
Islam mengajak pemeluknya terjun ke medan perang di jalan Allah  dan di atas hak, di jalan orang-orang yang tertindas dan di jalan hidup yang mulia,  firman Alloh dalam Al Quran surat An Nisa’ : 75,

وَمَالَكُمْ لاَتُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآأَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيًرا

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”.(QS. An Nisaa’: 75).
Islam juga menghormati akal dan mendorong manusia untuk berpikir jernih, serta menjadikan akal dan pikiran sebagai sarana untuk saling memahami dan mau menerima.

قُلْ إِنَّمَآ أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَابِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ إِنْ ُهَو إِلاَّ نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu berpikir….” (QS. Saba’: 46)
Islam lebih mengedepankan penggunaan akal dan pikiran dalam mengajak orang lain ke dalamnya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَاتُغْنِي اْلأَيَاتُ وَالنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لاَّيُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan para yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.(QS. Yunus: 101)
Alloh SWT juga berfirman:

لآَإِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah: 256)
Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tugasnya hanyalah menyampaikan,

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلايَاتِ وَاذِّكْرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَااَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ سَيْدُ الاِْنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّى  وَسَلِّمْ وَبَارِكْ  عَلَى سَيْدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّ بَعْدُ: فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوْاللهَ وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ اْلاُمُوْرِوَيَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَكُوْنُوْا فِيْ تَكْمِيْلِ اِسْلاَ مِهِ وَاِيْمَانِهِ وَاِنَّهُ لاَيَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ.اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِناَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلى آلِ سَيِّدِناَ إِبْرَاهِيْمَ فِىْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ اَللّهُمَّ رَبّنََا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَاوَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبّنََا لاَ تَجْعَلْ فِىْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبّنََا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. رَبّنََا لاَتًؤَخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تُحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبّنََا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَالِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ.عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَلاِْحْسَانِ. وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ اكْبَرُ.